Pemerintah Desa Tirtosuworo Angkat Ekonomi Warga Melalui Kesenian

by Pemkab Sukoharjo
3 minutes
Pemerintah Desa Tirtosuworo Angkat Ekonomi Warga Melalui Kesenian

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan pemerintah desa untuk menggerakkan perekonomian warganya. Akhir-akhir ini, pembuatan tempat wisata dan pengolahan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) desa menjadi media yang banyak digunakan pemerintah desa untuk mengangkat perekonomian warga.

Hal yang sama dilakukan oleh Pemerintah Desa Tirtosuworo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Desa Tirtosuworo tak hanya mengandalkan kekayaan alam sebagai daya tarik wisata, namun melalui seni budaya.

Pemerintah Desa Tirtosuworo menjadikan kesenian sebagai pijakan untuk mengangkat perekonomian desa bukan tanpa alasan. Pada tahun 1980-an, desa ini dikenal sebagai tempat berlatihnya seniman Kecamatan Giriwoyo. Ada beberapa macam seni tradisional yang digeluti warga Tirtosuworo Kesenian tersebut antara lain karawitan, reyog, tretek bambu, terbangan atau rebana, dan tari. Anak-anak Desa Tirtosuworo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri pun rutin berlatih seni karawitan di rumah Kepala Desa Tirtosuworo, tepatnya di Dusun Ngemplak, Desa Tirtosuwo,.

Kepala Desa Tirtosuworo, Gatot Suryanto mengatakan bahwa berkembangnya kesenian di desanya tersebut dapat dilihat dari alat-alat seni tradisional yang saat ini masih ada dan tersimpan.

“Dulu setiap kepala dusun mempunyai gamelan atau alat karawitan, sehingga warga selalu memanfaatkan keberadaan gamelan itu untuk mengembangkan bakatnya. Seiring berjalannya waktu, pelaku kesenian di desanya menurun karena tidak ada upaya untuk melakukan regenerasi dan pembinaan. Selain hal tersebut, pelaku kesenian dahulu berdiri sendiri-sendiri dengan membuat kelompok dan belum terwadahi menjadi satu,” terangnya.

Melihat potensi desa dan warga yang semakin menurun, mulai Januari 2020 Pemdes Tirtosuworo mulai mengangkat dan mengembangkan kembali kesenian di Tirtosuworo. Seniman atau sesepuh yang dulu berkecimpung di kesenian diminta untuk melatih dan berbagi pengalaman kepada anak-anak serta pemuda setempat.

Gatot juga menerangkan alat kesenian yang ada di desa Tirtosuworo sudah tidak sebanyak dulu.

Karena alat seni itu milik para pribadi. Saat ini, selain memanfaatkan alat seni yang masih tersisa, beberapa bulan lalu Pemdes membuat pengadaan alat kesenian berupa gamelan. Selain gamelan, juga ada pengadaan kostum kesenian dan pengembangan reog,” katanya.

Pihaknya bersyukur bahwa selain dana dari desa, ada swadaya masyarakat juga. Mereka juga bersemangat untuk membangkitkan kembali kesenian di desa tersebut.

Dengan membangkitkan kembali dan mengembangkan kesenian di Tirtosuworo, gatot yakin bisa menggerakkan ekonomi warga. Rencananya apabila kesenian di desa tersebut sudah kembali bangkit, akan diadakan festival kesenian.

“Sehingga desa kami bisa menjadi desa dengan ikon kesenian tradisional serta potensi warga dan UMKM bisa dikembangkan lagi. Selain hal tersebut, kami juga berencana akan ada program live in di Desa Tirtosuworo, sehingga ketika wisatawan berkunjung/ ada beberapa kesenian yang bisa dinikmati,” pungkasnya.

Semua jenis kesenian di Tirtosuworo dikoordinasi atau dibina dalam satu wadah oleh Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tirtosuworo, dan diberi nama Puspa Giri.

Sumber: https://wonogirikab.go.id/