Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Sekda Karanganyar Sutarno hadiri Pemberangkatan Santri Program Satu Desa Satu Hafidz di ruang anturium rumah dinas Bupati Karanganyar, Rabu(16/09/20).

Santri penghafal Al-quran itu akan mengikuti pembelajaran di Pondok Pesantren Darul Amal Beruk Kecamatan Jatiyoso.

Kabag Kesra, Sunarno menyampaikan, hasil seleksi yang selesai dilakukan pada awal Juni lalu, ada 29 santri dari 32 pendaftar yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti program Satu Desa Satu Hafidz. “Mereka telah mengikuti tes kemampuan membaca Alquran, kebangsaan, dan minat “, jelas Sunarno.

Satu Desa Satu Hafidz

Santri yang diberangkatkan pada tahap pertama ini akan mendapatkan uang saku yang dianggarkan dari APBD Karanganyar selama tiga tahun terhitung sejak 2020. “Uang saku selama tiga tahun Rp 58 juta dari APBD Karanganyar selama tiga tahun terhitung mulai 2020,” katanya.

Mereka juga telah menjalani rapid test sebelum diberangkatkan untuk mengikuti pembelajaran di Ponpes Darul Amal. Hasilnya, 29 santri itu dinyatakan non-reaktif.

Bupati Juliyatmono berharap setiap desa di Karanganyar ada satu penghafal Alquran. “Kita ingin supaya anak-anak dalam dua tahun, syukur satu tahun, sudah hafal,” ucapnya.

Dia meminta supaya orang tua santri turut memberikan semangat. Apabila kangen dapat berkunjung ke Ponpes Darul Amal.

Saya juga akan ke sana sebulan atau dua bulan sekali,” imbuhnya. Demikian